Perhutani menyatakan, kerusakan hutan yang terjadi tahun 2007 ini sudah mencapai kisaran 250 ribu–300 ribu hektare. Angka tersebut hampir menyamai jumlah kerusakan hutan yang terjadi selama 2006..
Dirut Perhutani Transtoto Handadari mengaku, meski perhitungan itu masih berupa perkiraan, pihaknya memastikan kerusakan hutan tetap terjadi. ’’Auditnya belum selesai. Nah, ini akan kita audit segera. Setelah ini, kita harapkan tahun berikutnya lebih ringan. Kita tinggal menjaga saja,” tandasnya seusai mengunjungi Kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara,Kota Magelang, kemarin.
Untuk memulihkan kondisi ini, dia mengaku,Perhutani sudah menyiapkan 400 juta bibit yang rencananya ditanam di 200 ribu hektare hutan kosong. Selain itu,Transtoto mengaku, pihaknya juga menempuh cara lain untuk mengembalikan kelestarian hutan,yakni dengan operasi hutan lestari tanpa batas. Menurut dia,operasi yang dilakukan Perhutani tidak bersifat represif, melainkan lebih mengarah pada pendekatan persuasif, ditambah security, dan pendidikan.
’’Tetapi kalau masih mencuri, akan tetap kita tangkap,” ujarnya. Mengenai program penanaman 400 juta bibit ini,Transtoto mengklaim telah terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2006 dilihat dari luasan lahannya. Tahun 2006, ungkap dia, penanaman hanya dilakukan pada 100 ribu hektare hutan. Sementara, tahun 2005 hanya di lahan seluas 60 ribu hektare. ’’Kita bertekad, seluruh jajaran Perhutani bisa menyelesaikan penananam di lahan kosong sebelum 2010,” tegasnya. Untuk itu,Transtoro mengaku, Perhutani telah menyiapkan dana Rp1,2 triliun untuk mendukung program ini.
Dengan besarnya alokasi dana itu, Perhutani berencana menggandeng pihak ketiga selaku investor. ’’Dengan adanya investor, keberadaannya cukup berarti. Sebab, kita bisa menggarap kurang lebih 30 ribu hektare hutan. Jumlahnya, antara 7–8 investor,”paparnya. Khusus hutan lindung,Transtoto mengaku, pihaknya masih berusaha mendapatkan bantuan khusus dari APBN.Menurut dia, rehabilitasi untuk kawasan hutan lindung membutuhkan dana Rp158 miliar. Sebab, saat ini sekitar 36 ribu hektare lahan hutan lindung masih kosong.Melalui dana itu, penanaman di area kosong itu akan diselesaikan tahun ini juga.
http://www.depdagri.go.id/konten.php?nama=BeritaNasional&op=detail_berita&id=812
Tidak ada komentar:
Posting Komentar